Senin, 02 Mei 2011

Mangrove Crab Farming

Mud crab fishery is one commodity that has economic value of beaches is important. At first, only mud crab ponds are considered pests by farmers, as they often create leaks in the dike embankment. But after having a fairly high economic value, its presence many were hunted down and captured by fishermen for extra income and have even been traditionally cultivated in ponds. Given the market demand for exports will mud crab that has been increasing year after year, the mud crab aquaculture extension efforts initiated in some areas.
As an export commodity crab has a high selling price in the market both within and outside the country, but depends on the quality of crab (a measure of obesity). Crab fattening mud crabs are made to male and female adults but in a state of empty / thin. To be able to produce a fat crab takes a fairly short period of 10-20 days. The selling price is higher crab fat thereby increasing the added value for farmers.
1. Raising Technique Enlargement
Technical factors that need to be considered to support the success of aquaculture rearing crabs, among others:
a. Aquaculture Site Selection
Aquaculture site selection should be technically precise operations by considering several aspects as follows:
1. Water quality is good enough
- Salinity 15-30 ppt
- PHair 7-8
- Temperature 25-30 C
- Content of O> 3 ppm
2. Easily monitored
3. Pond bottom substrate is sandy mud
4. For karamba system must avoid the influence of flooding and easily reached by the tides.
5. It is a crab fishing area
b. Place Maintenance
Place crab maintenance can be a bamboo cage, waring, as well as concrete tub. For the maintenance of crabs derived from bamboo cages (cages) suggested measuring 1.5 x1x1meter or 2x1x1meter, it is aimed primarily at the time its management memperrmudah lifting cages at a time when the harvest.
c. Seed Selection
Seed health is among the factors that support success in crab fattening. Therefore, the selection and management of seed should be true and correct. Health seeds can also be seen from the completeness of its legs. The loss of claws will affect the ability to hold the food you eat and sensory abilities. Although in the end after molting, the new leg will grow but it will take time, not to mention the nature of the cannibalistic crabs, so the crabs can not walk because they were molting crabs often fall prey to another. For those reasons must be selected seeds that have a foot is still incomplete. Seeds are less healthy crab carapace color will reddish and dull and slow movement.
d. Transportation Seeds
Although mud crab is an animal that is resistant to environmental changes but transporting the wrong way can cause death in large quantities or reduced survival. Transportation of seedlings should be done during low air temperatures and less sunlight. Tereksposenya seed crab into the sun can cause dehydration which in turn fluids in the body of the crab will come out all that caused the death. The high mortality of seeds after reaching the destination is usually caused by seed purchased was already weak due to have accommodated a few days by the middlemen. Usually crab deaths occurred after day 4 in shelters without water. Containers used in transportation should not cause the hot crab and put the crab in a position to live. Sterofoam container with a length of 1 m and width of 60 cm can save seed as much as 100-150 seeds diikat.Lakukan tail to flush as much as 2-3 times a sprinkling with water salinity 10-25 ppt, during the transport of 5-6 hours.
2. Stocking
Crab stocking done in the morning or late afternoon on the cages. Seed crab ditebarberukuran 200 - 300 grams per fish. For the size of cages from 1.5 to 2 x 1 x 1 meter stocking density was about 15-25 pounds or as much as 60-70 tail.
3. Maintenance
Placement of cages in ponds suggested placed near the entrance / exit the water. The position of cages should be hanged within 15 cm from the floor of the goal for the rest of inedible food that falls to the bottom waters do not settle in the cages. Cultivated a week 2 times karamba moved from its original position it is intended to circulation / running water. Activities in maintenance after stocking done:
- The food trash more preferably in the fresh form as much as 5 -10% of body weight and given 2 times a day ie morning and afternoon / night.
- Replacement of water carried out when a decline in water quality.
- Sampling was done every 5 days to determine the growth and health development of the crab.
With careful management of food, suitable and appropriate amount within 10 days then
crab growth can be known.
4. Harvesting
Maintenance / crab fattening in cages to be done for 15 days, depending on seed size and growth rate. The rate of growth by type of feed given and the quality of pond water. To harvest the crabs used appliance in the form of seser either for total or selective harvesting. Implementation of the harvest must be performed by skilled workers to capture and then tie it. In addition, place and time of storage before being distributed to consumers to determine the freshness and the rate of severe dehydration due to loss of about 3-4% can cause death.
Terjemahan :
Budidaya Kepiting Bakau
Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan pantai yang mempunyai nilai ekonomis penting. Pada mulanya kepiting bakau hanya dianggap hama oleh Petani tambak, karena sering membuat kebocoran pada pematang tambak. Tetapi setelah mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, maka keberadaannya banyak diburu dan ditangkap oleh nelayan untuk penghasilan tambahan dan bahkan telah mulai dibudidayakan secara tradisional di tambak. Mengingat permintaan pasar ekspor akan kepiting bakau yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka usaha ekstensifikasi budidaya kepiting bakau mulai dirintis di beberapa daerah.
Sebagai komoditas ekspor kepiting memiliki harga jual cukup tinggi baik dipasaran dalam maupun luar negeri, namun tergantung pada kualitas kepiting (ukuran tingkat kegemukan). Penggemukan kepiting dapat dilakukan terhadap kepiting bakau jantan dan betina dewasa tetapi dalam keadaan kosong/kurus. Untuk dapat menghasilkan kepiting yang gemuk diperlukan waktu yang cukup pendek yaitu 10 - 20 hari. Harga jual kepiting gemuk menjadi lebih tinggi dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani.

1. TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN
Faktor teknik yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan budidaya pembesaran kepiting, antara lain :
a. Pemilihan Lokasi Budidaya
Pemilihan lokasi budidaya harus tepat secara teknis operasional dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut :
1. Mutu air cukup baik
- Salinitas 15 - 30 ppt
- pHair 7 - 8
- Suhu 25 - 30 C
- Kandungan O >3 ppm
2. Mudah diawasi
3. Substrat dasar tambak adalah lumpur berpasir
4. Untuk sistem karamba harus terhindar dari pengaruh banjir dan mudah terjangkau oleh pasang surut.
5. Merupakan wilayah penangkapan kepiting

b. Tempat Pemeliharaan
Tempat pemeliharaan kepiting bisa berupa kurungan bambu, waring, maupun bak beton. Untuk tempat pemeliharaan kepiting yang berasal dari kurungan bambu (karamba) disarankan berukuran 1,5x1x1meter atau 2x1x1meter, hal ini bertujuan memperrmudah pengelolaannya terutama pada waktu mengangkat karamba diwaktu panen.

c. Pemilihan Benih
Kesehatan benih merupakan satu diantara faktor yang menunjang keberhasilan dalam usaha penggemukan kepiting. Oleh sebab itu pemilihan dan pengelolaan benih harus benar dan tepat. Kesehatan benih juga bisa dilihat dari kelengkapan kaki-kakinya. Hilangnya capit akan berpengaruh pada kemampuan untuk memegang makanan yang dimakan serta kemampuan sensorisnya. Walaupun pada akhirnya setelah ganti kulit maka kaki yang baru akan tumbuh tetapi hal ini memerlukan waktu, belum lagi adanya sifat kanibalisme kepiting, sehingga kepiting yang tidak bisa jalan karena sedang ganti kulit sering menjadi mangsa kepiting lainnya. Untuk itu maka harus dipilih benih yang mempunyai kaki masih lengkap. Benih kepiting yang kurang sehat warna karapas akan kemerah-merahan dan pudar serta pergerakannya lamban.

d. Pengangkutan Benih
Walaupun kepiting bakau merupakan hewan yang tahan terhadap perubahan lingkungan namun cara pengangkutan yang salah bisa menyebabkan kematian dalam jumlah banyak atau mengurangi sintasan. Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan sewaktu suhu udara rendah dan kurang sinar matahari. Tereksposenya benih kepiting ke dalam sinar matahari bisa menimbulkan dehidrasi yang pada akhirnya cairan dalam tubuh kepiting akan keluar semuanya sehingga menyebabkan kematian. Tingginya kematian benih setelah sampai tempat tujuan biasanya disebabkan karena benih yang dibeli memang sudah lemah akibat sudah ditampung beberapa hari oleh pedagang pengumpul. Biasanya kematian kepiting terjadi setelah hari ke-4 dalam penampungan tanpa air. Wadah yang dipakai dalam pengangkutan kepiting sebaiknya tidak menyebabkan panas dan letakkan kepiting dalam posisi hidup. Wadah sterofoam dengan panjang 1 m dan lebar 60 cm dapat menyimpan benih sebanyak 100 - 150 ekor untuk benih yang diikat.Lakukan penyiraman sebanyak 2 - 3 kali penyiraman dengan air berkadar garam 10 - 25 ppt, selama pengangkutan 5 - 6 jam.

2. PENEBARAN
Penebaran kepiting dilakukan pada pagi atau sore hari pada karamba. Benih kepiting yang ditebarberukuran berat 200 - 300 gram per ekor. Untuk ukuran karamba 1,5 - 2 x 1 x 1 meter kepadatan tebar nya kurang lebih 15 - 25 kg atau sebanyak 60 - 70 ekor.

3. PEMELIHARAAN
Penempatan karamba dalam petak tambak disarankan diletakkan di dekat pintu masuk/keluar air. Posisi karamba sebaiknya menggantung berjarak 15 cm dari dasar perairan yang tujuannya agar sisa pakan yang tidak termakan jatuh ke dasar perairan tidak mengendap di dalam karamba. Diusahakan seminggu 2 kali karamba dipindah dari posisi semula hal ini bertujuan agar terjadi sirkulasi / pergantian air. Kegiatan dalam pemeliharaan setelah penebaran dilakukan :
- Pemberian pakan rucah lebih diutamakan dalam bentuk segar sebanyak 5 -10% dari berat badan dan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore/malam hari.
- Penggantian air dilakukan bila terjadi penurunan kualitas air.
- Sampling dilakukan setiap 5 hari untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan dan kesehatan kepiting.
Dengan pengelolaan pakan yang cermat, cocok dan tepat jumlah maka dalam tempo 10 hari
pertumbuhan kepiting bisa diketahui.

4. PEMANENAN
Pemeliharaan / penggemukan kepiting di karamba dapat dilakukan selama 15 hari, tergantung pada ukuran benih dan laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan oleh jenis pakan yang diberikan dan kualitas air tambak. Untuk memanen kepiting digunakan alat berupa seser baik untuk tujuan pemanenan total maupun selektif. Pelaksanaan panen harus dilakukan oleh tenaga terampil untuk menangkap dan kemudian mengikatnya. Selain itu tempat dan waktu penyimpanan sebelum didistribusikan kepada konsumen menentukan kesegaran dan laju dehidrasi karena kehilangan berat sekitar 3 - 4% dapat menyebabkan kematian.
From : http://www.smallcrab.com/forex/407-budidaya-kepiting-bakau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar